JAKARTA,jurnalpapua.id – PT Elnusa Tbk mempertegas komitmennya dalam menjaga standar tinggi kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) di seluruh wilayah operasional sepanjang tahun 2025. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, perusahaan ini sukses mempertahankan tren positif pada indikator performa keselamatan kerja sebagai fondasi bisnis yang berkelanjutan.
Langkah nyata penguatan tata kelola HSSE di Elnusa dibuktikan melalui keterlibatan langsung jajaran direksi dan manajemen. Tercatat sebanyak 145 agenda Management Walkthrough (MWT) telah dilaksanakan untuk meninjau secara langsung kepatuhan standar keselamatan di lapangan. Partisipasi level manajerial dalam pengawasan ini dilaporkan mencapai angka sempurna, yakni 100 persen.
Selain pengawasan fisik, perusahaan berkode saham ELSA ini juga menitikberatkan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Sepanjang tahun 2025, Elnusa mewajibkan seluruh pekerjanya mengikuti serangkaian pelatihan Mandatory HSSE. Program tersebut mencakup simulasi melalui Virtual Demo Room, penguatan budaya HSSE, hingga program manajemen stres bagi karyawan.
Realisasi program pelatihan tersebut berjalan efektif dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen di seluruh lini operasional. Melalui integrasi pengawasan pimpinan dan edukasi pekerja, Elnusa optimistis mampu menciptakan ekosistem kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan sehat bagi seluruh perwira perusahaan.
Manager Corporate Communication Elnusa, Jayanty Oktavia Maulina, mengatakan, “Hasil kinerja HSSE 2025 menunjukkan bahwa budaya keselamatan dan gaya kepemimpinan yang konsisten menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bertanggung jawab. Tahun 2026 menjadi kesempatan bagi Elnusa untuk kembali menemukan keunggulan dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi. Kami percaya keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh efisiensi, tetapi juga oleh kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dengan tema perusahaan tahun ini, “Rediscover Technology & Innovation Edge”, ini adalah arah strategis untuk meningkatkan daya saing dan memberikan manfaat lebih bagi seluruh pihak yang terkait, terutama dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kesehatan dan keselamatan kerja.”ungkap Jayanty
Dalam aspek lingkungan, Elnusa konsisten dalam kontribusi dekarbonisasi yang signifikan. Pada tahun ini, Elnusa mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 3.079 ton CO₂e, melampaui target yang ditetapkan, sebagai kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi dan pencapaian target keberlanjutan perusahaan.
Disisi lain, Elnusa melaksanakan 1.475 kegiatan drill di seluruh wilayah operasi, serta mencatat 99% penyelesaian Hazard Observation Card (HOC), mencerminkan budaya proaktif dalam mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya di lingkungan kerja. Insiden yang terjadi sepanjang tahun tercatat dalam kategori ringan dan dapat ditangani sesuai prosedur, terdiri dari 2 Medical Treatment Case (MTC) dan 7 First Aid Case (FAC).
Seluruh kejadian tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan (continuous improvement) untuk memperkuat pengendalian risiko dan budaya keselamatan kerja. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,09, berada di bawah threshold 0,20, serta Number of Accident (NoA) sebesar 0, yang mencakup tidak adanya kejadian fatality, oil spill di atas 10 KL, maupun kerusakan aset dengan nilai kerugian lebih dari USD 5 juta.
Elnusa juga konsisten dalam penerapan Corporate Life Saving Rules (CLSR), khususnya pengendalian risiko Line of Fire, terus diperkuat sebagai standar perilaku kerja yang wajib dipatuhi, sejalan dengan prinsip zero tolerance terhadap risiko keselamatan yang berdampak serius.
Capaian kinerja HSSE tahun 2025 mencerminkan komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan, kesehatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama operasional. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat sistem, budaya, dan kepemimpinan HSSE guna mendukung keberlanjutan bisnis dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.(JP02)


















