Sentuh Hati Netizen, Anak di Papua Ini Pilih Lindungi Burung Hutan Ketimbang Memburunya

0
71
"Saat empati melampaui rasa lapar." (Instagram/btngg23)
Google search engine
Spread the love

PAPUA,jurnalpapua.id – Sebuah video singkat yang memperlihatkan ketulusan hati seorang anak di Papua tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Bocah tersebut menuai decak kagum netizen setelah secara tegas menolak ajakan orang dewasa untuk memasang jerat burung di tengah rimbunnya hutan Papua.

Aksi menyentuh ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @btngg23 dan segera menarik perhatian luas. Dalam rekaman tersebut, sang anak menunjukkan kedewasaan berpikir yang luar biasa saat diminta untuk berburu. Bukannya bersemangat, ia justru mengungkapkan rasa ibanya terhadap kelangsungan hidup burung-burung di hutan tersebut.

Sambil terus berjalan menyusuri jalan setapak di tengah hutan, anak tersebut menjelaskan alasannya dengan tenang. Ia merasa khawatir jika jerat yang dipasang nantinya justru menangkap anak burung yang masih membutuhkan induknya.

Bagi anak ini, memisahkan anak burung dari induknya adalah perbuatan yang menyedihkan. Ia membayangkan betapa terpukulnya sang induk jika kehilangan anaknya akibat jerat manusia. Sikap empati yang mendalam ini lahir secara natural dari rasa cintanya terhadap alam sekitar.

Alih-alih menyakiti satwa, bocah tersebut memberikan solusi lain yang lebih ramah lingkungan untuk mengisi perut.

β€œCari sayur aja kita buat makan malam,” tulis keterangan dalam unggahan video tersebut, menggambarkan ajakan sang anak untuk mengonsumsi hasil hutan non-hewan saja.

Unggahan ini pun dibanjiri ribuan tanda suka (likes) dan komentar positif dari warganet. Banyak yang memuji pola pikir sang anak yang dinilai lebih bijak dibandingkan orang dewasa dalam hal menjaga keseimbangan ekosistem.

“Pelajaran berharga dari seorang anak kecil tentang kasih sayang dan pelestarian alam,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Kisah singkat dari pedalaman Papua ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa empati terhadap makhluk hidup bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah keterbatasan. Sosok anak ini kini menjadi simbol kecil bagi gerakan perlindungan satwa yang dilakukan dengan hati nurani.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here