Solo Safari Padukan Konsep Edukasi dan Tematik Natal dalam Program Akhir Tahun

0
69
Google search engine
Spread the love

SOLO,jurnalpapua.id – Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Solo Safari mulai mengimplementasikan program tematik bertajuk “Safari Christmas Joy”. Agenda tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama 16 hari, terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan rekreasi masyarakat di masa libur panjang.

Program ini mengusung konsep eduwisata tematik, sebuah pendekatan yang berupaya menyatukan atmosfer perayaan hari besar dengan misi edukasi konservasi satwa di ruang terbuka.

Berbeda dengan operasional hari biasa, periode ini akan diwarnai dengan rangkaian aktivitas yang berpusat di area Plaza Aviary. Pihak manajemen menekankan pentingnya pengalaman interaktif yang melibatkan panca indra pengunjung melalui perpaduan atraksi satwa dan hiburan keluarga.

Madani, selaku Marketing Communication Solo Safari, menyatakan bahwa agenda ini bertujuan memberikan perspektif baru bagi pengunjung dalam mengenal habitat satwa. “Kami berupaya menghadirkan nuansa Natal di tengah lingkungan alami satwa. Fokusnya adalah menciptakan momen di mana aspek hiburan dan pembelajaran mengenai konservasi dapat berjalan beriringan,” jelasnya.

Menurutnya sepanjang durasi program, terdapat beberapa poin utama yang menjadi sajian bagi publik. Salah satunya adalah Education Baby Tiger, sebuah sesi khusus yang bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai upaya pelestarian harimau sejak usia dini.

“Secara visual, kawasan Solo Safari mengalami perubahan estetika dengan pemasangan berbagai ornamen berwarna merah, hijau, dan putih. Dekorasi ini sengaja dipasang untuk memperkuat identitas perayaan di tengah lanskap hutan kota Solo.”ungkap Madani

Dirinya menambahkan, bagi masyarakat yang berencana berkunjung, penting untuk dicatat bahwa sesi interaksi khusus seperti Meet & Greet bersama karakter ikonik hanya dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu selama periode program.

“Langkah ini dipandang sebagai upaya Solo Safari untuk memperkuat daya tarik wisata di Jawa Tengah, sekaligus menjalankan fungsinya sebagai lembaga konservasi yang tetap relevan dengan tren wisata keluarga kontemporer.”pungkas Madani. (JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here