
BINTUNI, jurnalpapua – Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, tak kuasa menahan amarahnya saat memberikan sambutan pada acara pelepasan 95 siswa Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) angkatan 19 pada Selasa (16/12/2025).
Tanda-tanda kemarahan Joko Lingara terlihat sejak awal saat ia memulai kata sambutannya. Dengan suara yang keras, Wakil Bupati ini berteriak dan mengagetkan para siswa serta tamu undangan yang hadir. “Selamat siang..,” teriak Wabup JL, diikuti ekspresi dingin di wajahnya.
“Supaya setan dia keluar,” tukasnya.
Wakil Bupati mendapat giliran menyampaikan sambutannya, usai perwakilan siswa P2TIM menyampaikan pidatonya, serta Direktur Petrotekno, Hendra Budiman Pribadi, memberikan sambutan. “Jadi kalau (kamu) bicara keras-keras, saya juga bisa tambah keras,” kata Wabup JL.
Pernyataan orang nomor dua di birokrasi Pemda Teluk Bintuni ini, merujuk pada tata cara penyampaian pidato dua perwakilan alumni P2TIM angkatan 19, dengan intonasi yang tinggi tanpa ekspresi senyuman.
“Yang pertama saya mau sampaikan, anak-anak juga ini tadi tidak sampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah. Lupaa..” teriak Wabup JL.
Padahal, hadirnya P2TIM yang dikelola Petrotekno, lantaran Pemda Teluk Bintuni. “Jadi jangan lupa itu. Harus ada ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Teluk Bintuni, terutama dinas terkait,” kata Wabup JL.
Kehadiran P2TIM, lahir berdasarkan Nota Kesepahaman Nomor 013/095.B/BUP-TB/VIII/2017 dan Nomor PETRO.01/602/VIII/2017, yang ditandatangani Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw dan Direktur Petrotekno, Hendra Pribadi.
Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan (Kontrak) antara Dinas Perindagkop UKM dengan Petrotekno tentang Pelaksanaan Pengelolaan Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) pada hari Rabu, 28 Maret 2018, Petrotekno telah menyelesaikan 19 angkatan pelatihan.
Hendra Pribadi, Direktur Petrotekno dalam sambutannya menyampaikan, para siswa yang dilatih di P2TIM ini adalah pekerja yang handal. Yang dibekali dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
“Yang terpenting, yang tidak kita lupakan adalah sikap kerja dalam dunia kerja. Pengetahuan dan keterampilan, dibuktikan dengan didapatnya sertipikat pelatihan oleh para siswa siswi,” kata Hendra Pribadi.
Menurutnya, sertipikat yang didapat para siswa itu mencakup sertipikat berstandar nasional dan internasional yang tidak mudah didapat. Durasi para siswa dalam mengikuti pelatihan adalah 3,5 bulan.
Dengan bekal sertipiat tersebut, Hendra Pribadi menyarankan agar para siswa angkatan 19 tidak hanya mencari pekerjaan di daerah sendiri, tetapi juga berani merantau keluar negeri.
“Adik-adik sudah bisa bersaing sekarang. Sudah punya sertipikat nasional, bisa bersaing di seluruh Indonesia. Sudah punya sertipikat internasional, adik-adik bisa bersaing di luar negeri juga. Ini merupakan modal yang baik untuk adik-adik,” kata Hendra Pribadi.
Rismadian Syafitri, perwakilan siswa P2TIM angkatan 19 jurusan hospitality menyampaikan, penyerahan sertipikat keterampilan dari manajemen Petrotekno merupakan kemenangan yang telah diraih setelah 3,5 bulan berjuang.
“Karena 3 bulan telah membuat kitorang menjadi pejuang. Penjaga masa depan yang punay skill, punya ilmu dan kedisiplinan. Kitong angkatan 19, penjaga harapan orangtua, penjaga masa depan Papua Barat, dan penjaga kebanggaan Teluk Bintuni,” kata Rismadian.
“Saya, mewakili angkatan Asgard, mengucapkan terima kasih dari hati yang paling dalam untuk pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, yang sudah memberikan kesempatan kepada kami, anak-anak muda untuk berlatih di P2TIM Teluk Bintuni ini. Untuk manajemen dan staf P2TIM, terima kasih sudah sediakan fasilitas dan program yang luar biasa untuk kita ikuti,” kata Rismadian. JP01




















