
BINTUNI, jurnalpapua – Penduduk Kabupaten Teluk Bintuni yang saat ini berjumlah sekitar 90 ribu jiwa, setiap bulan terdapat 19 orang yang terjangkit penyakit HV/AIDS. Data terbaru yang muncul, total penderita penyakit mematikan ini, di Teluk Bintuni mencapai 1.147 orang.
Data ini diungkapkan Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, dalam kegiatan memperingati Hari HIV/AIDS se-Dunia yang diselenggarakan Perkumpulan Komunitas Musik Big Noken di Gedung Serba Guna (GSG), Rabu (3/12/2025).
“Sejak awal tahun hingga bulan Juli 2025, di kabupaten kita, Teluk Bintuni, ditemukan 1.147 kasus dengan penambahan kasus baru HIV/Aids 139 orang. Ini berarti, setiap bulan ada sekitar 19 tema atau orang di lingkungan kita yang dinyatakan positif HIV/Aids. Itu bukan angka kecil,” kata Bupati Anisto, sapaan populer Yohansi Manibuy.
Pernyataan ini disampaikan Bupati di hadapan ratusan siswa yang menjadi peserta mayoritas kegiatan. Dari temuan penderita baru itu, kata Bupati, bisa saja penderitanya orang-orang yang ada lingkaran pertemanan sendiri. Artinya, data ini jelas menunjukkan satu hal, bahwa HIV/Aids sudah bukan masalah yang jauh di luar. “Tapi sudah menjadi persoalan yang nyata di sekitar kita,” tandas Anisto.
Dari data statistik yang muncul, penderita HIV/Aids di seluruh Indonesia membuktikan sebagian besar adalah kalangan usia produktif, yakni usia remaja sampai dewasa muda.
“Inilah mengapa anak muda seperti kalian harus dibekali dengan pengetahuan, kesadaran dan keberanian untuk mencegah dan menangkal penyebaran penyakit mematikan ini,” kata Bupati.
Dari rangkaian kegiatan memperingati Hari HIV/Aids se-Dunia yang diselenggarakan Big Noken dan Pemda Teluk Bintuni, Bupati Anisto berharap para siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi menjadi bagian dari solusi pencegahan. “Jangan biarkan rasa takut, salah paham atau stigma membuat kita diam,” tandasnya.
Kegiatan ini diawali dengan jalan santai ini, diisi dengan edukasi HIV/AIDS oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), pemutaran film pendek terkait dengan bahaya HIV/AIDS serta screening kesehatan untuk mendeteksi HIV/AIDS. JP01




















