JAKARTA,jurnalpapua.id – Pengguna layanan hosting di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bersiap menghadapi penyesuaian biaya operasional signifikan setelah cPanel mengumumkan kenaikan harga lisensi secara global. Kenaikan rata-rata 10–25% ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026. Kebijakan yang dipicu oleh akuisisi WebPros ini diperkirakan berdampak langsung pada harga paket hosting, biaya operasional, hingga strategi bisnis penyedia layanan di Tanah Air.
Melansir pusatlicense kenaikan harga lisensi cPanel, yang telah beberapa kali terjadi sejak diakuisisi WebPros, didasarkan pada beberapa faktor utama. Pihak cPanel menyatakan bahwa penyesuaian harga ini esensial untuk:
- Peningkatan Biaya: Penyesuaian dengan biaya pengembangan fitur baru (seperti Jupiter UI dan DNSSEC), peningkatan keamanan, dan kebutuhan peningkatan infrastruktur cloud
- Model Lisensi: Perubahan model lisensi menjadi sistem per account pricing yang membebankan biaya berdasarkan jumlah akun di server.
- Kualitas Premium: Menjaga kualitas dukungan premium bagi pengguna enterprise dan mendukung fitur seperti account isolation.
Bagi penyedia hosting di Indonesia, kebijakan global ini memicu peningkatan biaya operasional yang harus dicermati, apalagi dengan adanya fluktuasi nilai tukar Dolar AS (USD) yang turut memengaruhi harga akhir lisensi.
Meskipun terjadi kenaikan harga, cPanel, sebagai panel kontrol hosting berbasis web, tetap menjadi pilihan populer dan standar industri. Jutaan server di seluruh dunia mengandalkan cPanel karena kemudahan penggunaan, stabilitas tinggi, dan fitur lengkap yang ditawarkannya, mencakup: WHM (Web Host Manager): Pengaturan banyak akun. Manajemen Komprehensif: Fitur File Manager, FTP, manajemen domain, DNS, email hosting dengan spam filter, dan dukungan SSL. Keamanan dan Keandalan: Fitur Backup otomatis dan restore yang cepat serta keamanan server.
Kenaikan harga cPanel dipastikan akan dirasakan oleh seluruh segmen pengguna hosting di Indonesia.(JP02)


















