Wabup JL Canangkan Program Ketahanan Pangan, Produksi Padi Teluk Bintuni Terhambat Saluran Irigasi

0
157
Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko LIngara bersama unsur Muspida dan pejabat Dinas Pertanian Provinsi serta Kementerian Pertanian, melakukan penanaman bibit padi di areal persawahan di Kampung Waraitama SP 1, Selasa (3/6/2025).
Google search engine
Spread the love

TELUK BINTUNI, jurnalpapua – Kabupaten Teluk Bintuni memiliki areeal sawah cukup luas, yang berpotensi untuk mendukung program ketahanan pangan dan swasembada beras.

Namun potensi ini tidak didukung dengan saluran irigasi yang baik, sehingga menjadi hambatan untuk peningkatan produksi padi oleh petani.

Fakta ini diungkapkan Abraham A. Inanosa, Kepala Dinas Pertanian Teluk Bintuni, saat pencanangan program penanaman padi di atas lahan 100 hektar sawah, Selasa (3/6/2025).

“Salah satu kendala utama yang kami hadapi untuk meningkatkan produksi padi sawah adalah keterbatasan jaringan irigasi. Saat ini jaringan irigasi yang tersedia hanya berasal dan Bendungan Tuarai untuk mengairi sekitar 123 hektar sawah di Kampung Waraitama SP 1 dan Banjar Ausoy SP 4,” kata Abraham Inanosa.

Informasi ini disampaikan Abraham Inanosa, bersamaan dengan pencanangan penanaman padi oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko LIngara (JL) di areal persawahan Kampung Waraitama.

Kata Abraham, program penanaman 100 hektar padi, merupakan salah satu program Dinas Pertanian dalam mendukung program Ketahanan Pangan dan Gizi dalam 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni.

Areal persawahan yang menjadi target dari program tersebut, berada di 4 distrik, yakni 67 hektar di Distrik Manimeri, 18 Hektar di Distrik Tuhiba, 10 hektar di Tembuni serta 5 hektar di Distrik Meyado.

Akibat kondisi jaringan irigasi yang sering kali rusak, aktivitas petani dalam melakukan usaha tani tanaman padi sawah terhambat. Banyak lahan yang tidak difungsikan lagi untuk menamam padi.

Sementara itu, Wakil Bupati  Joko Lingara menyampaikan agar dibuat masterplai di bidang pertanian, sebagai pondasi untuk dilaporkan ke Provinsi Papua Barat dan ke Kementerian Pertanian terkait kendala pertanian agar bisa dibantu.

“Kebetulan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Papua Barat, Jacob Fonataba dan dari Kementerian Pertanian Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Doktor Yong Farmanta hadir bersama kita,” kata Wabup Joko.

Katanya, untuk mengubah Kabupaten Teluk Bintuni dalam bidang pertanian, tidak boleh takut-takut. “Daerah lain sudah maju, kita masih di belakang. Kebiasaan proposal diatas proposal ini yang harus di ubah,” tukasnya.

Tantangan untuk melakukan perubahan di bidang pertanian di Kabupaten Teluk Bintuni, diakui Wabup JL, sangat berat. “Tetapi saya dan Bapak Bupati Yohanis Manibuy akan berbuat mungkin  hari ini 100 hektar mudah-mudahan tahun 2026 bisa mencapai 500 hektar,” tegas JL.

Untuk mendukung program itu berkelanjutan, Pemda akan membuat koperasi petani untu menampung hasil panen petani. Nantinya, diwajibkan untuk setiap dinas mengambil beras dari hasil panen para petani lokal untuk dibagikan sebagai beras jatah kepada pegawai. JP03

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here