Menggali Potensi di Brownfield Salawati

0
5
BROWNFIELD - Sejumlah perwira PT Pertamina EP Papua Field naik ke anjungan rig #11.2/N80B-M milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), yang melakukan pengeboran sumur SLW-F2X di Lapangan Salawati, Rabu, 29 Juli 2026. Dalam dua tahun terakhir, Lapangan Salawati menjadi lokomotif program pengeboran Papua Field dan menjadi bukti bahwa potensi brownfield di Papua masih menjanjikan untuk terus digali. Foto: Tantowi Djauhari/JP
Google search engine
Spread the love

PT PERTAMINA Ep Papua Field merupakan operator minyak dan gas bumi yang berlokasi di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi dilaksanakan melalui operasi produksi yang berkesinambungan. PT Pertamina EP Papua Field mengelola tiga wilayah kerja utama, yaitu Lapangan Klamono, Lapangan Salawati, dan Lapangan Sele–Linda.

Dalam dua tahun terakhir, Lapangan Salawati menjadi lokomotif program pengeboran Papua Field, dan menjadi bukti bahwa potensi brownfield di Papua masih menjanjikan untuk terus digali. Lapangan berusia hampir seabad masih mampu memberi tambahan produksi signifikan melalui pengeboran pengembangan — dibuktikan SLW-C4X (1.014 BOPD) dan SLW-F2X (623 BOPD). Ardi, Papua Field Manager menyebut, potensi brownfield di Papua masih sangat menjanjikan untuk terus digali. Usia 100 tahun bukan akhir, melainkan awal optimisme. Teks dan foto-foto: Tantowi Djauhari/JP

DRILL PIPE – Wahdi Hamid, perwira PT PDSI, memeriksa tumpukan pipa yang menjadi bagian dari komponen utama dalam pengeboran sumur SLW-F3X di Lapangan Salawati, Rabu, 29 Juli 2026. PDSI menjadi mitra strategis PT Pertamina EP Papua Field dalam menggali potensi minyak yang ada di area brownfield Salawati. Dalam dua tahun terakhir, Lapangan Salawati menjadi lokomotif program pengeboran Papua Field dan menjadi bukti bahwa potensi brownfield di Papua masih menjanjikan untuk terus digali. Foto: Tantowi Djauhari/JP
TOOL PUSHER – Basri Chandra, seorang Tool Pusher PT PDSI mengoperasikan panel untuk mengendalikan operasional pengeboran pada sumur SLW-F3X di Lapangan Salawati, Rabu, 29 Juli 2026. Dalam dua tahun terakhir, Lapangan Salawati menjadi lokomotif program pengeboran Papua Field dan menjadi bukti bahwa potensi brownfield di Papua masih menjanjikan untuk terus digali. Foto: Tantowi Djauhari/JP
HIDROLIK – Sejumlah perwira PT PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengatur posisi pompa hidrolik robotic system pada anjungan rig #11.2/N80B-M milik PT PDSI di sumur SLW-F3X, Rabu, 29 Juli 2026. Bekerjasama dengan PT PDSI, Pertamina EP Papua Field terus menggali potensi minyak yang ada di brownfield Lapangan Salawati. Foto: Tantowi Djauhari/JP
PDC DRILL BIT – Kru pengeboran sumur SLW-F3X dari PT PDSI membersihkan mata bor (Polycrystalline Diamond Compact Drill Bit). Komponen ini berfungsi untuk menghancurkan / memotong batuan di bawah permukaan saat proses pengeboran sumur migas. PDC Drill Bit menjadi salah satu komponen utama dalam pengeboran sumur SLW-F3X di Lapangan Salawati. Dalam dua tahun terakhir, Lapangan Salawati menjadi lokomotif program pengeboran Papua Field dan menjadi bukti bahwa potensi brownfield di Papua masih menjanjikan untuk terus digali. Foto: Tantowi Djauhari/JP
CREW – Basri Chandra, Tool Pusher PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawasi kru yang sedang mengatur posisi pompa hidrolik robotic system pada anjungan rig #11.2/N80B-M, di sumur SLW-F3X, Rabu, 29 Juli 2026. Seorang Tool Pusher menjadi pemimpin lapangan yang memastikan aktivitas rig berjalan sesuai prosedur, kru bekerja dengan aman, dan setiap keputusan operasional tetap terkendali. Foto: Tantowi Djauhari/JP
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here