Mempersiapkan Jalan Bagi Polisi Muda Berprestasi di Pedalaman Maluku

0
21
Google search engine
Spread the love

“Tanpa peran Guru Besar yang membimbing beta, tidak mungkin beta menjadi seperti sekarang ini.” 

(IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd., M.Th., Kapolsek Sirimau, Ambon, Maluku)

oleh: Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan (Ikon Prestasi Pancasila 2021 / Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI)

NAMANYA BRIPKA Bastian Tuhuteru, S.Pd. Aslinya dari Kampung Hatusua di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) di Pulau Seram, Maluku. Pada September 2019 itu masih menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Namrole, Polres Buru, Polda Maluku senyampang menjadi Bhabinkamtibmas. Dia baru saja menerima penghargaan sebagai Polisi Teladan Tingkat Nasional 2019 dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Saya yang saat itu masih diberi amanat sebagai Mubalig Daerah Maluku domisili di Ambon pun membuat agenda untuk menemuinya di Namrole, ibukota Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku di Pulau Buru. Kebetulan saat itu ada agenda kunjungan ke Jemaat Lokal Waesili di Buru Selatan dan rutenya harus singgah dulu di Namrole.

Pada Rabu, 11 September 2019 siang, saya mengunjungi Mapolsek Namrole yang berjarak 200 meter dari tempat menginap. Karena yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat, saya menitipkan pesan kepada temannya di Mapolsek itu. Saya pun menghubungi nomor BRIPKA Bastian Tuhuteru, S.Pd. agar menemui di Penginapan “Bunda” Namrole.

Sekitar bakda Dhuhur, terdengar suara kendaraan roda dua berhenti di depan penginapan. Kamar saya yang kebetulan terletak di bagian depan menghadap teras langsung dapat melihat siapa yang datang. Motor inventaris yang biasanya dipakai oleh Bhabinkamtibmas terparkir di halaman penginapan.

Saya menyambut BRIPKA Bastian Tuhuteru di teras. Kebetulan disana juga ada bangku tempat duduk. Pertemuan perdana itu membahas beberapa agenda ke depannya: (1) rencana mendaftarkan BRIPKA Bastian sebagai Ikon Prestasi Pancasila 2019 agar dapat melanjutkan karir di kepolisian dengan “jalur prestasi” menjadi Perwira, dan (2) rencana mengunjungi suku pedalaman bermarga Nurlatu di Kampung Walafau.

Kedua agenda itu disambut antusias oleh BRIPKA Bastian Tuhuteru. Bakda Shalat Jumat dua hari kemudian, kami sudah bertolak menuju pedalaman Walafau. Perjalanan menantang adrenalin itu memakan waktu sekitar dua jam lamanya. Jalan yang rusak parah, perbukitan, tebing terjal, tanjakan, pohon tumbang menjadi penghalang yang harus dilalui.

Kunjungan ke lokasi pedalaman itu berlangsung sukses. Kami disambut oleh Kepala Suku dan masyarakat bermarga Waetemon alias Nurlatu. Rencana membangun tempat pendidikan pun dibahas. Sebab, selama ini mereka masih belajar dengan sarana terbatas. Satu ruangan gedung terbuat dari papan dipakai empat kelas.

Meraih Ikon Prestasi Pancasila

DUA bulan menunggu proses seleksi, akhirnya nama BRIPKA Bastian Tuhuteru, S.Pd. pun lolos sebagai Peraih Ikon Prestasi Pancasila 2019 Katagori Sosial Enterpreneur dan Kemanusian melalui Bidang Literasi. Penghargaan diberikan di Solo (Jawa Tengah) pada 10 November 2019.

Didampingi istri dan putranya, BRIPKA Bastian singgah di rumah missi Mubalig Daerah Maluku di Negeri Wayame, Kota Ambon sebelum bertolak ke Solo, Jawa Tengah. Sepulang dari sana, BRIPKA Bastian juga mampir lagi ke rumah missi Mubalig Daerah Maluku.

Ternyata, prestasi itu memang menghantarkan BRIPKA Bastian mendapat rekomendasi dari Polda Maluku untuk pendidikan perwira di Sekolah Pembentukan Perwira (SETUKPA) Sukabumi, Jawa Barat. Kebetulan saat itu Kepala SETUKPA Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, S.H., M.Si. dan salah seorang dosen disana adalah teman dekat saya sendiri. Saya kemudian mengabarkan hal ini kepada mereka.

Selama beberapa waktu pendidikan di SETUKPA Sukabumi, BRIPKA Bastian beberapa kali mendapat kemudahan dari teman saya yang disana. Karena saat itu merebak pandemi Covid-19, pendidikan berikutnya dan wisuda dilakukan secara daring (online). BRIPKA (kemudian resmi menyandang IPDA) Bastian kemudian kembali berdinas di Polres Buru sebagai Kasat Binmas.

Saya kemudian mengusulkan kepada teman yang juga Kapolres Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja, S.I.K., M.I.K. agar IPDA Bastian Tuhuteru diberi kepercayaan sebagai Kapolsek di wilayah hukum Polres Buru. Tidak berapa lama, TR pun turun, dan nama IPDA Bastian Tuhuteru diangkat sebagai Kapolsek Waesama bertempat di Wamsisi, yang membawahi Desa Waesili (dimana Jemaat Waesili berada), Buru Selatan.

Diusulkan Menjadi Kapolsek

SETELAH berhasil mengembangkan dan meningkatkan Polsek Waesama, IPDA Bastian pun dimutasi menjadi Kapolsek Leksula, Buru Selatan. Disanalah, pangkat IPTU kemudian turun. Tidak lama di Polsek Leksula, IPTU Bastian pun dimutasi menjadi Kapolsek Sirimau, Kota Ambon.

Di setiap tempat ditugaskan, IPTU Bastian Tuhuteru memperlihatkan keberhasilan yang signifikan. Sarana dan prasarana Mapolsek menjadi berubah baik, indah dan rapi. Kegiatan kunjungan digalakkan dan interaksi dengan masyarakat diperkuat. Beberapa pendekatan dipakai oleh IPTU Bastian untuk mengurai beragam permasalahan.

Berbekal kemampuan pendekatan kulturalnya yang baik, IPTU Bastian dikenal berbagai kalangan. Tetua suku dan adat, tokoh agama dan masyarakat, kalangan pemuda, semua tidak luput dari sapaan akrabnya. Begitu juga rumah ibadah, getol dikunjunginya dalam rangka giat damai. Ini sesuai motto Polda Maluku; “Maluku … Tarus Biking Bae, Basudara … Tarus Biking Bae”.

Berbekal kemampuan Master Teologi (M.Th.), IPTU Bastian Tuhuteru juga aktif memberikan khotbah di gereja-gereja Protestan di wilayah hukumnya. Dia tidak canggung membawa Alkitab dan menyampaikan homiletika. Sosoknya adalah perpaduan Bhayangkara dan Pelayan Tuhan.

Meraih Hoegeng Corner Awards

TAHUN 2025 lalu, prestasi bergengsi juga disabet oleh IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd., M.Th. “Hoegeng Corner Award 2025” memberikan anugerah kepada Iptu Bastian sebagai Polisi Tapal Batas Terbaik.

Tidak mengherankan apabila kemudian IPTU Bastian Tuhuteru dipromosikan sebagai Kapolsek Sirimau, Kota Ambon. Ini adalah suatu prestasi yang tidak sembarang personel kepolisian di Maluku dapat meraihnya. Dalam usia masih muda, Bastian sudah meraih pangkat perwira. Keistimewaannya, Bastian meloncati dua jenjang kepangkatan pada umumnya.

Dengan latar pendidikan S-2, karir IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd., M.Th. di Kepolisian juga diprediksi akan terus berkembang dan meningkat. Oleh sebab itu, IPTU Bastian selalu rendah hati dan menyatakan, “Tanpa peran Guru Besar, tidak mungkin beta akan memperoleh berkat sebesar ini. Guru Besar ditunggu di Kepulauan Maluku lagi …”

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Pengabdianmu Menjaga Negeri, Ketulusanmu Menguatkan Persatuan. Terimakasih POLRI untuk Masyarakat!”. ***

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here