
BINTUNI, jurnalpapua – Puncak perayaan hari jadi ke 23 KAbupaten Teluk Bintuni, Papua Barat di Gelanggang Argosigemerai SP 5, Selasa (9/6/2026) sempat guyur hujan deras.
Bupati Yohanis Manibuy yang sedang menyampaikan sambutan saat hujan turun, menyebutnya sebagai berkah yang diturunkan Tuhan.
“Dalam suasana nikmat, kita mendapatkan berkah, yaitu berkah turun hujan, sehingga hati kita turut sejuk untuk kita bersama-sama membangun Teluk Bintuni yang kita cintai,” kata Bupati Anisto, sapaan populer Yohanis Manibuy.
Kendati demikian, prosesi upacara peringatan hari jadi ke 23 Teluk Bintuni tetap berlangsung khidmat. Pius G. Hindom yang menjadi Komanda Upacara, tetap berdiri di tengah lapangan, memimpin barisan. Begitu juga barisan peserta, masih pada posisi semula. Hanya beberapa ASN berseragam korpri yang terlihat berlari ke belakang, mencari tempat berteduh.
Dalam amanatnya, Bupati Yohanis Manibuy mengenang perjalanan panjang Kabupaten Teluk Bintuni sejak resmi berdiri 23 tahun lalu, setelah dimekarkan dari Kabupaten Manokwari. Menurutnya, usia 23 tahun merupakan fase penting dalam perjalanan pembangunan daerah yang menandai semakin kokohnya fondasi pembangunan dan kesiapan daerah untuk melangkah lebih maju.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tokoh pemekaran, para bupati dan wakil bupati terdahulu, serta seluruh tokoh pembangunan yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik bagi kemajuan Teluk Bintuni,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan ini, Bupati Yohanis Manibuy juga menyampaikan pencapaian selama dirinya dilantik sebagai Bupati Teluk Bintuni bersama Joko LIngara sebagai Wakil.
Di sektor kesehatan, kata Bupati, pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan sarana dan prasarana. Saat ini terdapat 152 Posyandu dan 56 Pustu yang tersebar di 24 distrik.
Pelayanan kesehatan didukung oleh 42 dokter umum dan lima dokter gigi di tingkat puskesmas, serta tenaga medis di RSUD Teluk Bintuni yang terdiri dari 14 dokter umum, dua dokter gigi, dan enam dokter spesialis.
Pemerintah juga telah membangun dan merehabilitasi lebih dari 40 rumah dinas tenaga kesehatan, menyediakan 11 sarana air bersih, serta melaksanakan lebih dari 70 proyek pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan di berbagai distrik.
Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan ekstrem tercatat sebesar 12,21 persen atau turun signifikan 5,86 poin dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 18,07 persen.
Pertumbuhan ekonomi daerah meningkat sebesar 1,87 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan sebesar 0,53 poin dibanding tahun lalu. JP01




















