Krisis Global Mengancam Cadangan BBM, ITS Percepat Riset Energi Berkelanjutan

0
12
Inovasi energi terbarukan ITS melalui Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia REIDI dan proyek pembangkit listrik tenaga surya PLTS apung nearshore Solar2Wave
Google search engine
Spread the love

SURABAYA,jurnalpapua.id – Keterbatasan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional akibat krisis global menjadi alarm penting bagi ketahanan energi Indonesia. Merespons ancaman ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menggenjot inovasi energi berkelanjutan melalui riset-riset berbasis teknologi.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, ST, PhD, menegaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya soal berapa banyak cadangan fosil yang tersisa. Lebih dari itu, menurutnya, kemampuan mengembangkan sumber energi alternatif menjadi faktor krusial.

“Percepatan transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Ketahanan energi perlu didukung oleh teknologi yang berbasis potensi lokal,” ujar dosen yang akrab disapa Taufany tersebut.

Salah satu riset unggulan yang tengah dikembangkan ITS adalah bahan bakar alternatif berbasis kelapa sawit. Tim peneliti berhasil mengonversi crude palm oil (CPO) menjadi bensin yang disebut biogasolin. Inovasi yang dinamakan Benwit (Bensin Biogasolin Sawit ITS) ini diharapkan mampu memanfaatkan potensi domestik sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Tak berhenti di situ, ITS juga membangun fasilitas bernama REIDI (Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia). Fasilitas ini diklaim sebagai living laboratory energi terbarukan terbesar di Indonesia. REIDI mengintegrasikan berbagai sumber energi seperti photovoltaic, agrovoltaik, biomassa, hingga hidrogen.

“REIDI dirancang untuk menjembatani riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” jelas Taufany.

Dengan langkah-langkah konkret ini, ITS tidak hanya merespons krisis energi global, tetapi juga membangun fondasi transisi energi yang lebih mandiri, hijau, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Melalui fasilitas tersebut, ITS tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pengujian dan implementasi dalam skala nyata. Dengan pendekatan tersebut, REIDI diharapkan mampu menjadi model pengelolaan energi terbarukan yang terintegrasi di Indonesia. “Implementasi langsung menjadi kunci agar inovasi dapat memberikan dampak nyata,” imbuhnya.

Pendekatan integratif ini juga diterapkan ITS di luar lingkungan kampus, salah satunya melalui proyek Solar2Wave. Proyek ini menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung nearshore pertama di Indonesia yang ditujukan untuk mendukung kemandirian energi di wilayah pesisir.

“Pendekatan berbasis wilayah penting untuk memperluas akses energi bersih,” ujarnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, ITS juga mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan berbagai sumber bahan bakar alternatif, seperti bioetanol, kendaraan listrik, hingga teknologi hydrogen fuel cell. Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan efisien.

“Diversifikasi energi diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” tegasnya.JP02

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here