Tembus Oversubscribed 3,3 Kali, Bank Mandiri Jadi Pionir Emiten Asia Tenggara di Pasar Internasional

0
21
Gedung Bank Mandiri
Google search engine
Spread the love

JAKARTA,jurnalpapua.id – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik Timur Tengah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membuktikan taringnya dengan sukses meraup dana segar senilai USD 750 juta melalui penerbitan surat utang global pada Selasa (31/3). Langkah berani ini menjadikan bank berlogo pita emas tersebut sebagai emiten pertama dari Asia Tenggara yang berhasil menembus pasar obligasi internasional pasca-eskalasi konflik global Februari lalu.

Kepercayaan pasar dunia tercermin kuat dari tingkat permintaan yang membludak hingga 3,3 kali lipat dari nilai yang ditawarkan (oversubscribed). Dengan tenor 5 tahun dan tingkat kupon kompetitif sebesar 5,25%, Bank Mandiri menerapkan strategi eksekusi harian (intraday execution) yang presisi untuk menghindari fluktuasi pasar Amerika Serikat yang sempat tertekan.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan validasi atas fundamental perusahaan yang solid di mata investor global. Menurutnya, seluruh dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung ekspansi bisnis perseroan di masa depan.

“Hasil transaksi ini menunjukkan investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Indonesia dan Bank Mandiri di tengah kondisi ekonomi makro dan dinamika geopolitik global yang menantang. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan korporasi secara umum guna mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Ari dalam keterangan resminya, Kamis (2/4).

Surat utang ini memperoleh peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta dicatatkan di Singapore Exchange. Tingginya kepercayaan investor tercermin dari distribusi yang terdiversifikasi, dengan alokasi kepada fund manager dan asset manager (85%), perbankan (8%), lembaga pemerintah dan sovereign wealth funds (3%), perusahaan asuransi (3%), serta private bank (1%). Berdasarkan wilayah, investor berasal dari Asia (69%), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika/EMEA (26%), serta investor Amerika Serikat offshore (5%).

Diversifikasi investor tersebut mempertegas keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri dalam menjaga kepercayaan pasar internasional melalui fundamental yang kuat dan strategi pendanaan yang disiplin. Transaksi ini didukung oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here