KARANGANYAR,jurnalpapua.id – Pemerintah tidak ingin para atlet disabilitas Indonesia hanya larut dalam euforia kemenangan usai meraih 135 medali emas di Asean Para Games (APG) 2025. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick, menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak atas bonus yang akan diberikan negara.
“Bonus yang fantastis jangan sampai hanya menjadi kebahagiaan sesaat. Kami ingin para atlet memikirkan masa depan dengan menjadikan bonus tersebut sebagai aset produktif,” ujar Menpora Erick saat mengunjungi Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah.
Untuk memastikan hal tersebut, pemerintah tidak hanya menyerahkan bonus, tetapi juga akan memberikan pendampingan berupa literasi keuangan (financial literacy). “Kita juga akan mendampingi melalui literasi keuangan supaya para atlet ini bisa menabung dan melakukan hal lain untuk masa depannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah bergerak cepat dengan tidak berfokus pada euforia semata. Ke depan, persiapan matang telah dimulai dengan melanjutkan program pelatnas secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menyongsong ajang yang lebih besar, yaitu Asian Games dan Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung di Jepang.
Dengan persiapan dini dan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan para atlet dapat kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, sekaligus memiliki kehidupan yang lebih terjamin setelah pensiun nanti.(JP02)


















