Anggota DPR Dorong Solusi Komprehensif Atasi Tingginya Pengangguran di Banten

0
6
ilustrasi tenaga kerja lepas foto dok portaljepe.id
Google search engine
Spread the love

BANTEN,jurnalpapua.id – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi, mendesak adanya solusi menyeluruh untuk menekan angka pengangguran di Provinsi Banten, yang meski dikenal sebagai pusat manufaktur nasional, justru mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi. Berdasarkan data Februari 2025, TPT Banten mencapai 6,69 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

Hal tersebut disampaikan Rosi dalam kunjungan kerja spesifik bidang kepemudaan Komisi X DPR RI ke Provinsi Banten, Rabu (4/2/2026). Politisi dapil Banten I ini mengakui bahwa persoalan ketenagakerjaan di Banten cukup serius, sebuah fenomena yang juga dialami sejumlah provinsi besar lain di Indonesia.

“Tidak bisa dipungkiri, permasalahan pengangguran di Provinsi Banten ini cukup tinggi. Dan ini bukan hanya di Banten saja, rata-rata provinsi besar juga mengalami tingkat pengangguran terbuka yang tinggi,” ujar Rosi.

Menurut legislator Fraksi Partai Golkar itu, Banten harus secara agresif membuka lapangan kerja baru. Di sisi lain, sistem pendidikan di daerah tersebut harus dipastikan selaras atau link and match dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI). Ia menilai, status Banten sebagai kawasan industri seharusnya menjadi kekuatan, bukan justru menyisakan persoalan pengangguran, terutama di kalangan generasi muda.

Adde Rosi menekankan bahwa upaya penurunan angka pengangguran tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan dukungan program yang terintegrasi dari berbagai sektor, termasuk peran aktif Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah pusat.

“Perlu ada sinergi antara pendidikan, industri, dan kebijakan ketenagakerjaan untuk menekan angka pengangguran pemuda secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen DPR untuk mendorong kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan, pelaku industri, dan pembuat kebijakan. Tujuannya jelas: memutus mata rantai ketidaksesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan pasar kerja, yang diduga menjadi salah satu penyumbang utama tingginya angka pengangguran, bahkan di daerah industri seperti Banten.(JP02)

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here