Tiga Program Prioritas Perpusnas Dongkrak Budaya Baca dan Literasi Masyarakat

0
42
ilustrasi Perpusnas Tetapkan Tiga Program Prioritas Nasional, Fokus pada Literasi, Naskah Kuno, dan Standarisasi Perpustakaan/ foto dok portaljepe.id
Google search engine
Spread the love

JAKARTA,jurnalpapua.id – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menetapkan tiga program prioritas nasional untuk menguatkan ekosistem pengetahuan di tanah air. Program tersebut meliputi penguatan budaya baca dan literasi, pemajuan naskah kuno Nusantara, serta akreditasi dan standardisasi perpustakaan di seluruh Indonesia.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menjelaskan bahwa program pertama, yakni penguatan budaya baca dan literasi, bertumpu pada ketersediaan bahan bacaan yang relevan. “Literasi hanya dapat tumbuh apabila budaya baca tersedia dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya dalam kegiatan Harmonisasi Program Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah: Ngopeni Nglakoni Arsip dan Literasi Menuju Jateng Maju Berkelanjutan, Kamis (29/1/2026)

Ia mengungkapkan temuan menarik dari hasil survei. “Minat baca anak sebenarnya cukup tinggi, tetapi seringkali bahan bacaannya tidak sesuai. Perpusnas menyiapkan bahan bacaan bermutu dan sesuai minat untuk mendukung peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi,” ujar Aminudin.

Prioritas kedua adalah pemajuan naskah kuno Nusantara, yang mencakup pendataan, preservasi, konservasi, hingga pemanfaatannya sebagai penguat identitas budaya dan sumber ilmu. Indonesia disebut memiliki kekayaan sekitar 128.000 naskah kuno yang sebagian besar masih tersebar di berbagai daerah dan memerlukan penanganan serius.

Sementara itu, program ketiga menyasar aspek kelembagaan, yaitu akreditasi dan standardisasi perpustakaan. Dari lebih dari 219.000 perpustakaan yang ada di Indonesia, baru sekitar dua persen yang dinilai memenuhi standar nasional. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan, khususnya di perpustakaan sekolah dan daerah yang kerap terkendala keterbatasan sumber daya.

Aminudin menekankan, upaya peningkatan tidak selalu berarti menambah koleksi baru. “Prasarana peningkatan budaya baca sebenarnya sudah tersedia. Yang dibutuhkan sekarang adalah sinergi dan pemanfaatan optimal, bukan menambah buku baru sebelum yang ada digunakan secara maksimal,” jelasnya.

Untuk mewujudkan sinergi tersebut, Perpusnas aktif melibatkan berbagai pihak seperti Pramuka, komunitas literasi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan relawan. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan koleksi buku yang sudah ada di desa, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga lembaga pemasyarakatan.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Perpusnas juga melanjutkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi bersama perguruan tinggi. Program kolaboratif ini ditargetkan dapat diimplementasikan di 1.000 lokus atau desa pada tahun 2026, sebagai upaya memperkuat fondasi literasi hingga ke akar rumput.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here