Anggota DPR: Nilai Tambah Hilirisasi Karet bagi Petani Belum Maksimal

0
70
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini/ dok dpr ri
Google search engine
Spread the love

SIMALUNGUN,jurnalpapua.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyatakan proses hilirisasi atau pengolahan lanjutan industri karet di Indonesia belum mencapai hasil optimal. Pernyataan itu disampaikan usai melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) di Simalungun, Sumatera Utara, bersama Kementerian Perindustrian dan perwakilan Bridgestone Group.

Menurut Hardini, keberhasilan hilirisasi tidak boleh sekadar dilihat dari angka ekspor atau volume produksi. Ia mengkritisi fakta bahwa 85 persen ekspor Indonesia masih berupa barang setengah jadi, yang berarti nilai ekonomi yang diraih negara dan kesejahteraan yang dirasakan petani karet belum ideal.

“Kementerian Perindustrian perlu mencari solusi konkret untuk meningkatkan nilai tambah ini, khususnya bagi petani dan masyarakat di sekitar kawasan industri,” kata Hardini Jumat (23/01/2026) lalu.

Politisi dapil Jawa Timur VII itu juga menyinggung pentingnya aspek lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati di sekitar lokasi industri. Dalam diskusi terungkap, PT Bridgestone mengalami penurunan produksi yang dipengaruhi cuaca dan ketegangan geopolitik dunia.

Kondisi tersebut, menurutnya, berimbas luas tidak hanya pada kinerja perusahaan, tetapi juga pada pendapatan negara dan perekonomian dalam negeri. Kunjungan kerja tersebut disebut sebagai upaya untuk mendengarkan aspirasi dan mengidentifikasi persoalan yang perlu segera ditangani guna mendongkrak nilai tambah industri karet nasional.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here