Awal Tahun 2026, BNPB Laporkan 5 Kejadian Bencana dan Ratusan Pengungsi di Jayawijaya

0
164
Visual dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (1/1). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Jayawijaya
Google search engine
Spread the love

JAKARTA,jurnalpapua.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan perkembangan situasi bencana di tanah air pada pergantian tahun. Dalam kurun waktu 24 jam, terhitung sejak Rabu (31/12/2025) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (1/1/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat ada lima kejadian bencana baru yang didominasi oleh fenomena hidrometeorologi basah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengungkapkan bahwa tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia menjadi faktor utama pemicu bencana tersebut. Salah satu dampak paling signifikan terpantau terjadi di wilayah Indonesia Timur.

“Di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, terjadi banjir dan tanah longsor yang berdampak pada 75 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa. Saat ini mereka terpaksa mengungsi,” ujar Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (2/1/2026).

Selain menyebabkan ratusan warga mengungsi, bencana di Jayawijaya juga mengakibatkan kerusakan pada 35 unit rumah warga. Muhari menambahkan, peringatan dini tetap diberlakukan karena intensitas hujan di wilayah tersebut masih tinggi, sehingga risiko bencana susulan sangat mungkin terjadi.

Merespons situasi ini, BNPB memastikan koordinasi lintas sektor terus berjalan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

“BNPB bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, TNI, Polri, serta unsur relawan terus melakukan langkah-langkah penanganan darurat, pendampingan teknis, dan percepatan pemulihan di wilayah terdampak,” jelasnya.

Imbauan Puncak Musim Hujan

Mengingat saat ini sedang memasuki puncak musim hujan, BNPB memberikan peringatan khusus kepada pemerintah daerah dan masyarakat luas. Potensi bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang diprediksi masih mengintai di berbagai titik.

Masyarakat diminta untuk lebih proaktif dalam memantau informasi cuaca resmi serta peringatan dini dari BPBD setempat. Langkah mandiri seperti menjaga kebersihan drainase dan menyiapkan rencana kesiapsiagaan keluarga menjadi hal krusial guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil.(JP02)

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here