Siswi SMA Negeri Saengga Teluk Bintuni Lolos Babak Final Olimpiade Genomik di Jakarta

0
142
Berheta Simuna, siswi kelas XII SMA Negeri Saengga, Kabupaten Teluk Bintuni.
Google search engine
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua – Berheta Simuna, siswi kelas XII dari SMA Negeri Saengga, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, berhasil lolos ke babak Final Olimpiade Genomik Indonesia (OGI) tahun 2025.

Selain Berheta, juga ada Varrent Vemaria Val Rooey, murid kelas VI dari SD Inpres Kokas, Kabupaten Fakfak.

Keduanya akan mewakili masing-masing kabupaten dalam babak final yang akan dilaksanakan pada tanggal 22–24 Agustus 2025 di Jakarta.

Prestasi yang dicatatkan kedua anak ini, cukup membanggakan dunia pendidikan Papua Barat, dalam ajang kompetisi ilmiah berskala nasional. Kompetisi ini memperkenalkan ilmu genomik kepada siswa SD, SMP, dan SMA secara inklusif dan aplikatif.

Genomik adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari seluruh genom suatu organisme, yaitu keseluruhan informasi genetik yang terkandung dalam DNA.

Dalam final ini, akan diuji pengetahuan dan keterampilan peserta melalui rangkaian ujian teori, analisis, dan eksperimen langsung yang menuntut ketelitian,logika, dan kreativitas.

Keberhasilan ini menjadi puncak perjalanan panjang sejak tahap penyisihan, yang diikuti oleh 4.659 siswa dari seluruh Indonesia.

Di Teluk Bintuni dan Fakfak, tercatat 89 siswa mendaftar, dan10 siswa berhasil menembus babak semifinal.

Mereka berasal dari berbagai sekolah seperti SD YPK Serito, SD Negeri Taroi, SD Negeri Arguni, SD Inpres Kokas, SMP YPK Tanah Merah, dan SMA Negeri Saengga.

Proses dari penyisihan hingga semifinal diwarnai dengan pendampingan intensif dari fasilitator Indonesia Mengajar yang bekerja sama dengan guru-guru sekolah. Pembinaan mencakup materi biologi dasar, pewarisan sifat, bio teknologi, dan bio informatika hingga simulasi eksperimen virtual.

Semua ini terlaksana dengan dukungan dari bp Indonesia, perusahaan migas multi nasional yang konsisten berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan di wilayah Teluk Bintuni dan Fakfak.

Bagi Varrent, pencapaian ini menjadi momen yang membahagiakan sekaligus penuhrasasyukur.

“Perasaanku sangat bahagia karena bisa membanggakan orang tuaku. Sekarang aku sedang mempersiapkan diri dengan belajar lebih keras, lebih giat, dan menjaga kesehatan. Aku berterima kasih kepada para guru, dan terutama kepada bp dan juga Indonesia Mengajar yang telah memberikanku kesempatan untuk mengikuti Olimpiade Genomik Indonesia. Sampai bertemu di Jakarta,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Berheta menuturkan perasaan haru saat pertama kali mengetahui dirinya lolos ke final. “Nggak nyangka. Pas tahu lolos, rasanya terharu, bahagia. Terus saya pulang kasih kabar ke orang tua, mereka kaget. Buat Indonesia Mengajar saya mengucapkan terima kasih karena sudah mengutus kak Dei buat mendampingi saya dari awal, dan buat bp terima kasih yang sudah memfasilitasi saya sehingga bisa berangkat dari Papua Barat ke Jakarta.” JP03

Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here