JAKARTA,jurnalpapua.id – Kementerian Agama bersama Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, Peradilan Agama, ormas Islam, dan instansi terkait akan melakukan rukyatul hilal di 88 titik yang tersebar dari Aceh hingga Papua Barat untuk memastikan akurasi pengamatan.
Lokasi pemantauan mencakup observatorium, pantai, rooftop gedung, menara pemantauan, hingga masjid-masjid strategis di berbagai daerah.
Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, menyatakan bahwa pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat.
Arsad Hidayat juga menjelaskan bahwa sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Duta Besar negara sahabat, Wakil Menteri Agama, Komisi VIII DPR RI, jajaran eselon I dan II Kementerian Agama, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Majelis Ulama Indonesia, ormas Islam, pakar falak, Tim Hisab Rukyat Kemenag, akademisi, hingga pimpinan pondok pesantren.
Arsad menambahkan di Jakarta pada Senin (11/5/2026) bahwa sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia.
Pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 H yang akan dilakukan di 88 titik di seluruh Indonesia itu menjadi bagian penting dalam proses sidang isbat sekaligus persiapan pelaksanaan Iduladha 1447 H.
Sidang isbat awal Zulhijah 1447 H dijadwalkan digelar pada 17 Mei 2026 M yang bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.(JP02)











