Pasca Transformasi, Empat Federasi Pordasi Fokus Garap Konsolidasi Organisasi Hingga Daerah di 2025

0
3
Google search engine
Spread the love

JAKARTA,jurnalpapua.id – Kepengurusan pusat dari empat federasi hasil transformasi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) resmi dikukuhkan menjadi anggota KONI Pusat. Pengukuhan yang berlangsung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Tahun 2025 pada 5-6 September 2025 ini menandai langkah resmi Pordasi Pacu, Pordasi Equestrian, Pordasi Polo, dan Pordasi Berkuda Memanah sebagai entitas mandiri di bawah naungan KONI, setelah sebelumnya para pengurus dilantik langsung oleh Ketum KONI, Marciano Norman, pada 25 November 2024.

Pada tahun 2025 ini keempat Federasi Nasional Pordasi, masih fokus pada konsolidasi untuk melanjutkan transformasi organisasi sampai ke tingkat pengurus provinsi hingga kabupaten/ kota.

Di tambah tahun 2026 ini, berdasarkan hasil Rakernas Bersama 4 Federasi Pordasi yang berlangsung tanggal 14 Januari 2025 lalu di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, maka keempat Federasi Pordasi telah sepakat melanjutkan Transformasi Organisasi dengan program Transformasi menuju Industri Olahraga Berkuda.

Salah satu fokus yang akan dijalankan oleh keempat Federasi Berkuda adalah menyelenggarakan kegiatan kejuaraan olahraga berkuda baik di tingkat daerah dan nasional maupun internasional. Seluruhnya telah disusun dalam kalender kejuaraan olahraga.

Semua informasi tersebut dilaporkan Konfederasi Nasional dan keempat Federasi Nasional Pordasi kepada Ketum KONI Pusat pada 24 Februari 2026. Konfederasi Nasional Pordasi diwakili oleh Direktur Eksekutif Widodo Edi Sektianto, yang hadir bersama Ketum Federasi Nasional Pordasi Pacu Teddy Soediro, Ketum Federasi Nasional Pordasi Equestrian Dewi Larasati atau Tike, Ketua Harian Federasi Nasional Berkuda Memanah Mayjen TNI Agape Zacharia, dan Sekjen Federasi Nasional Pordasi Polo Hendra Sukanto.

“Pekan Olahraga Nasional dipertandingkan di NTT-NTB, kita hanya mempertandingkan olahraga Olimpiade, di luar itu, kita pertandingkan olahraga DBON, unggulan tuan rumah, dan pilihan tuan rumah,” terang Marciano.

“Minggu ini kita menentukan provinsi penyangga, mengingat tidak ada pembangunan sarana dan prasarana baru,” sambung Marciano.

DKI Jakarta siap menjadi provinsi penyangga, dalam arti beberapa pertandingan dapat digelar di venue yang berada di Jakarta. Meski begitu, namanya tetap PON XXII/2028 NTT-NTB. Sebagai contoh, pertandingan berkuda Equestrian direncanakan digelar di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) pada penyelenggaraan PON XXII/2028 NTT-NTB.

Terkait keorganisasian, Ketum KONI Pusat tegaskan bahwa KONI Provinsi harus tegak lurus dengan KONI Pusat. Pengurus Provinsi di bawah naungan KONI Provinsi, haruslah anggota keempat Federasi Nasional Pordasi, begitu juga di tingkat kabupaten/kota. Sebagai catatan, suatu provinsi dapat hanya bertransformasi menjadi salah satu anggota Federasi Nasional Pordasi sesuai dengan potensinya.

Alhasil, Pengurus Provinsi anggota empat Federasi Nasional Pordasi dapat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Marciano juga berpesan agar pengurus provinsi hingga pengurus kabupaten/kota yang berada di bawah empat Federasi Nasional Pordasi harus aktif melakukan pembinaan atlet dan berkoordinasi dengan KONI tiap tingkatan.(JP02)

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here