Malam Jumat, Tukang Pijat di Aimas Menyusul Istrinya ke Akhirat

0
274
Spread the love

SORONG, jurnalpapua.id – Warga RT 03 RW 04 Kelurahan Malasom Distrik Aimas Kabupaten Sorong dihebohkan dengan meninggalnya Bambang Satwiyono, 53, pada Kamis (18/11/2031) malam. Warga asal Banyuwangi, Jawa Timur yang tinggal sendirian di rumah kos milik Slamet ini, diketahui sudah tak bernyawa pada pukul 20.30 WIT.

Menurut keterangan Slamet, almarhum yang berprofesi sebagai tukang pijat tradisional ini baru tinggal di tempat kosnya sekitar 1,5 bulan. Dia datang seorang diri, tidak ada keluarganya yang menyertai. Status perkawinan yang tertera di KTP-nya, Bambang adalah duda karena istrinya meninggal dunia.

Kematian Bambang pertama kali diketahui oleh Marwan, tetangga kosnya yang tinggal bersebelahan. Sejak awal Marwan sudah curiga terjadi sesuatu pada almarhum, karena sejak pagi tidak terlihat keluar rumah. Saat malam, lampu di dalam rumahnya juga tidak menyala, kecuali yang ada di dalam kamarnya.

Marwan mencoba mencari tahu keberadaan almarhum, dengan menghubungi nomor teleponnya tapi tidak aktif. Dari notifikasi WA-nya, Bambang terakhir online pada pukul 09.19 pagi. “Saya ketuk pintu kosnya, tidak ada jawaban. Posisinya juga terkunci, tapi sy intip dari jendela, HP-nya ada tergeletak di atas meja. Berarti kan almarhum ada di dalam rumah,” kata Marwan.

Marwan khawatir terjadi sesuatu pada almarhum, karena yang bersangkutan beberapa waktu lalu sempat sakit. Pada tanggal 11 dan 14 November, ia sempat datang berobat ke klinik di Aimas Unit 1. Selama sakit, Marwan yang membantu menyiapkan makanan untuk almarhum.

Karena tidak ada respon dari dalam, Marwan memutar mengintip dari jendela depan. Dengan penerangan lampu yang ada di kamar korban, Marwan melihat tubuh almarhum tergeletak di depan pintu kamar.

Sa langsung kas tau anak-anak di sebelah, sa ajak dobrak pintu dapurnya. Pertama kami lihat, posisi almarhum terlentang sudah tidak bergerak, satu kakinya masih pake sandal,” urai Marwan.

Menurut Slamet, pemilik kos, beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, kesehatan Bambang terlihat sudah pulih. Bahkan dia sempat beberapa kali memijat pasiennya. Untuk makan pun, sudah bisa memasak sendiri atau beli di warung.

“Kalau dia pernah cerita, almarhum ini punya penyakit asam urat. Tapi beberapa hari ini sudah sehat, sudah bisa jalan, pergi memijat,” terang Slamet.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan warga ke piket penjagaan Polres Sorong di Aimas. Tim identifikasi yang datang ke lokasi, belum menemukan penyebab kematian almarhum. Dari dalam kamar korban, ditemukan sejumlah obat yang dikirim dari Jawa.

Jasad almarhum dievakuasi ke RSUD JPW untuk proses visum et repertum.

Setelah berkomunikasi dengan anak-anak almarhum yang ada di Denpasar, Bali, pada pukul 22.15 WIT Bambang dievakuasi ke RSUD Jhon Piet Wanane di kilometer 21 Aimas. Sisa obat yang dikonsumsi almarhum, dibawa polisi untuk bahan penyelidikan. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here