Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Pipa Air Bersih Dipastikan Molor, Begini Alasan Kontraktornya

0
219
Welder PT Melo Aneka Raya saat melakukan penyambungan pipa dari dalam air. Jika cuaca hujan, pekerjaan ini tidak bisa dilanjutkan, karena beresiko kesetrum. Foto: Istimewa
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua.id – Proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan pipa air bersih sepanjang 20 kilometer yang membentang dari intake Kali Rajawali hingga Tanah Merah, Kabupaten Teluk Bintuni dipastikan molor dari target penyelesaian.

PT Melo Aneka Raya selaku kontraktor pelaksana proyek dari Badan Wilayah Sungai (BWS) ini mengaku tidak bisa memastikan pekerjaan tersebut selesai sesuai kontrak waktu yang telah ditetapkan. Sebab, selama pelaksanaan di lapangan yang dimulai sejak Maret 2021 lalu, banyak faktor yang menjadi hambatan.

“Kontrak kerja kami 240 hari kalender, dimulai sejak awal Maret 2021. Tapi faktor cuaca dan kebijakan PPKM oleh pemerintah, menjadi kendala kami di lapangan. Seharusnya, bulan depan pekerjaan ini sudah selesai,” kata Roni, pengawas lapangan PT Melo Aneka Raya kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Hujan menjadi kendala pelaksanaan proyek ini, lantaran yang dikerjakan adalah pengelasan yang menggunakan sumber listrik. Jika diakumulasi, waktu yang tidak produktif selama penyelesaian pekerjaan itu, adalah sekitar 2 bulan. Tak jarang pekerja di lapangan hanya bisa bekerja setengah hari.

Sedangkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama pandemi covid-19, menjadi hambatan dalam pengiriman material pipa dari Surabaya. Dikatakan Roni, ratusan batang pipa besi berdiameter 10 inci ini seringkali tidak bisa terangkut semua oleh kapal, karena harus menunggu space kosong sisa dari pemuatan bahan pokok masyarakat.

“Kalau untuk barang-barang konstruksi, akan naik kapal jika ada space kosong. Sebab selama PPKM, pemuatan barang di kapal diprioritaskan untuk kebutuhan bahan pokok, seperti sembako dan lainnya,” tandas Roni.

Pensiunan pegawai bank ini mencontohkan, saat ada pengiriman 500 batang pipa dari Surabaya, yang bisa terangkut oleh kapal hanya sebanyak 352 batang. Padahal pipa tersebut sudah siap angkut di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Alat berat PT Melo Aneka Raya terpaksa diturunkan di pintu air yang menghubungkan ke intake di Kali Rajawali, setelah sejak 8 tahun silam sarana ini tidak pernah difungsikan.

Adanya berbagai kendala yang menghambat penyelesaian pekerjaan tepat waktu, akan menjadi dasar kontraktor untuk mengajukan addendum kontrak ke pihak pemberi kerja.

Dalam merehab dan meningkatkan jaringan pipa air bersih di Teluk Bintuni, PT Melo Aneka Raya membutuhkan sebanyak 2.600 batang pipa besi dengan panjang setiap pipa 6 meter. Ribuan batang pipa itu untuk mengganti pipa yang sudah rusak, sejak sarana air bersih itu dibangun BWS pada 8 tahun silam. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here