
SURABAYA,jurnalpapua.id – PT PAL Indonesia (Persero) memastikan akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di industri pendukung maritim dalam proses konsolidasi galangan kapal nasional. Langkah ini dilakukan untuk membangun ekosistem industri yang kuat dan mandiri, sekaligus menepis isu monopoli menyusul penunjukan perusahaan sebagai lead integrator oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, dalam Diskusi Strategis Industri Maritim Chapter II yang digelar Jumat malam. Acara bertema “United Transformed Unstoppable” itu dihadiri oleh ratusan pelaku industri pendukung maritim dari berbagai sektor.
“Penugasan kepada PT PAL Indonesia bukan untuk memonopoli, melainkan untuk membangun kualitas seluruh industri maritim dan ekosistemnya secara bersama-sama,” ujar Kaharuddin dalam pernyataannya, Jumat (27/2/2026)
Menurut Kaharuddin, konsolidasi yang sedang digagas ini merupakan momentum strategis bagi bangsa untuk mengoptimalkan seluruh potensi kebutuhan maritim dalam negeri. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan kapal nantinya tidak hanya akan dikerjakan secara internal oleh PT PAL, tetapi juga melibatkan kapasitas galangan kapal lain serta industri komponen lokal.
“Dengan sinergi ini, kita mampu memenuhi kebutuhan maritim Indonesia secara mandiri,” tegasnya.
Komitmen penuh terhadap proyek strategis ini juga datang dari BPI Danantara. Managing Director Industrialization BPI Danantara, Ardy Muawin, memastikan pihaknya akan mendukung penuh langkah PT PAL Indonesia dalam mendorong percepatan industrialisasi maritim nasional.
“Kami mendukung sepenuhnya, termasuk dari sisi pendanaan, anchor project, serta penguatan hubungan kelembagaan dengan kementerian dan lembaga terkait,” kata Ardy.
Dukungan dari segi pendanaan dan kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya ekosistem galangan kapal nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.(JP02)









