JAKARTA,jurnalpapua.id — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) tengah memperkuat layanan iPusnas melalui pembaruan teknologi dan penyesuaian arsitektur sistem. Langkah ini diambil guna merespons tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan membaca digital yang fleksibel.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menyatakan bahwa penguatan sistem menjadi bagian dari komitmen lembaganya dalam meningkatkan kualitas layanan digital. Menurut dia, pembaruan ini bertujuan agar masyarakat bisa mengakses koleksi pengetahuan secara nyaman, aman, dan berkelanjutan.
“Kami mohon maaf atas keterbatasan akses yang terjadi selama proses penguatan sistem berlangsung. Semua ini kami lakukan demi pelayanan yang lebih baik ke depan,” ujar Joko dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Meskipun tengah dalam masa pemeliharaan, pemanfaatan iPusnas justru menunjukkan peningkatan signifikan. Data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perpusnas mencatat, saat ini iPusnas memiliki 134.309 judul koleksi dengan total 1.480.649 salinan digital. Sepanjang tahun 2025, aplikasi ini berhasil menjaring 770.106 pengguna baru.
Kepala Pusdatin Perpusnas, Wiratna Tritawirasta, menjelaskan bahwa pembaruan sistem mencakup pembaruan arsitektur, migrasi data, dan pengujian keamanan. Seluruh proses dilakukan secara bertahap agar layanan dapat kembali pulih secara optimal.
“Kami menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam proses pengujian keamanan. Ini untuk memastikan sistem mampu menghadapi potensi risiko siber dan koleksi digital tetap terjaga,” jelas Wiratna.
Ia menambahkan, iPusnas kini telah dilengkapi teknologi Digital Rights Management (DRM). Teknologi ini berfungsi menjaga mekanisme peminjaman digital agar berjalan adil, baik bagi perpustakaan, penulis, maupun penerbit.
Secara bertahap, layanan iPusnas akan dikembalikan seperti semula. Versi Android direncanakan aktif lebih dulu, disusul versi iOS dan platform web menyusul setelah seluruh pengujian rampung.(JP02)










