185 Tenaga Kesehatan Teluk Bintuni Mendapat Beasiswa RPL di Universitas Kadiri

0
2
Kepala Dinas Pendidikan, henry D. Kapuangan, menyampaikan pemaparan terkait program RPL kepada nakes di Gedung Serbaguna RSUD, Jumat (27/2/2026).
Google search engine
Spread the love

BINTUNI, jurnalpapua – Sebanyak 185 orang tenaga kesehatan di Kabupaten Teluk Bintuni, akan mengikuti program kuliah jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Kadiri (Unik) Kediri, Jawa Timur.

Program kuliah jalur RPL, atau Rekognisi Pembelajaran Lampau, adalah mekanisme yang memungkinkan seseorang mendapatkan pengakuan atas pengalaman, kompetensi, atau pembelajaran yang sudah dimiliki sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, telah menjalin kerjasama dengan Universitas Kadiri dalam rangka peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kesehatan ini. Pelaksanaan program ini, kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga. Durasi kerjasamanya, selama 3 tahun terhitung mulai tahun 2026. 

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Zakarias Ogoney menjelaskan, dari 185 jumlah nakes yang mengikuti kuliah jalur RPL, 74 orang pendidikan untuk kualifikasi Perawat, dan 111 orang yang mengambil pendidikan untuk kualifikasi Bidan.

“Dari 74 orang yang kualifikasi Perawat, saat ini yang sudah S-1 ada 66 orang, dan latar belakang pendidikan profesi 8 orang. Kalau di bidan, yang S-1 55 orang dan gelar profesi 56 orang,” kata Zakarias, saat pertemuan dengan calon mahasiswa RPL di Gedung Pertemuan RSUD Teluk Bintuni, Jumat (27/2/2026).

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Hendry D. Kapuangan, yang juga hadir dalam pertemuan ini menyampaikan, progam kuliah jalur RPL merupakan langkah strategis dan bentuk komitmen nyata Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan.

“Kita menyadari bersama bahwa tenaga perawat dan bidan adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Terutama di daerah-daerah terpencil, distrik pesisir, dan wilayah pedalaman yang menjadi karakteristik daerah kita,” kata Henry.

Dengan adanya program RPL, kata Henry, telah membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan yang telah mengabdikan diri bertahun tahun sebagai tenaga kesehatan, untuk melanjutkan pendidikan secara terstruktur, terukur, dan diakui secara akademik.

Pengalaman kerja, pengabdian, dan kompetensi yang selama ini telah dimiliki akan direkognisi dan dikonversi ke dalam sistem pendidikan formal, sehingga proses peningkatan kualifikasi dapat ditempuh secara lebih efektif tanpa mengurangi kualitas.

“Kami di Dinas Pendidikan memandang bahwa peningkatan kualifikasi dari D3 ke S1 serta Program Profesi bukan sekadar peningkatan gelar akademik, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Teluk Bintuni,” tandasnya.

Seluruh biaya atas pendidikan ini, katanya, ditanggung oleh Pemda Teluk Bintuni melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan bersama perangkat daerah terkait, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini.

“Kita ingin memastikan bahwa anggaran dan dukungan yang diberikan benar-benar memberikan hasil yang maksimal bagi daerah,” tukas Henry.

Ke depan, diharapkan semakin banyak tenaga kesehatan di Kabupaten Teluk Bintuni yang memiliki kualifikasi S1 dan profesi. Dengan demikian, derajat kesehatan masyarakat bisa lebih baik, menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak, serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

“Saya juga berpesan agar setelah menyelesaikan pendidikan nanti, Bapak/Ibu tidak hanya berorientasi pada peningkatan karier pribadi, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing. Jadilah teladan dalam kedisiplinan, etika pelayanan, inovasi, dan semangat melayani masyarakat dengan hati,” kata Henry.

“Mari bersama kita mewujudkan Teluk Bintuni Sehat, Energik, Religius, Andal menuju masyarkat Teluk Bintuni yang Smart dan Inovatif sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni 5 Tahun kedepan, di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bapak Yohanis Manibuy, SE, MH dan Bapak Joko Lingara,” tutupnya. JP01

Google search engine

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here